belitung sketsa

Hai Belitung gimana kabar nih ……….?

Hai para calon-calon kita yang merasa “terhormat”……

Hari pertama da lewat dan mau ga mau kita dihadapin dengan datangnya hari kedua. Ngomong-ngomong hari kedua nih, kira-kira ada berita menarik ga? Ya.. sesuatu yang bikin heboh gitu…kalo bisa sih ngalahin hebohnya “Laskar Pelangi”?!?!?

Adakah hal yang perlu mendapat perhatian? Emang lagi PDKT calon pacar perlu dapat perhatian (tapi iya sih lagi PDKT ama pacar-pacar baru yang bernama rakyat).

Ato hal yang bisa "mengganggu" pikiran? Ya paling tidak biar ada yang bisa “mikir”, kan kita katanya diciptakan agar bisa “berpikir”. Atau jangan-jangan udah ga ada yang bisa “berpikir”, karena kelewat nafsu berkampanye….tapi jangan sampe pikirannya rusak lohh…entar yag lagi di PDKT (baca:rakyat/konstituen) ikut-ikutan jadi rusak….kalo emang mo rusak…jangan ngajak-ngajak rakyat! Cukup diri-sendiri aja yang rusak (map ni bukan doain).

Kembali ke topik nih…kampanye terbuka….mungkin secara depinitip artinya kira-kira calon-calon kita ga perlu maen “umpet-umpetan” kalo mo kampanye kali yee….
Ato juga secara “tersurat” memiliki sebuah arti bahwa apa yang namanya kampanye boleh dan boleh dan boleh lagi teriak-teriakan di luar ruangan ‘n’ ga perlu takut ma “PANWASLU” ditangkepin karena dianggap nyolong start (emang maling, tapi iya juga sih karena kata orang dulu-dulunya ada yang jadi maling duit rakyat)…..

Terus ceritanya nih kan uda kampanye terbuka….terus juga ga umpet-umpetan, berarti PANWASLU bisa ganti nama dong jd PANWAS-GUE, yang artinya kurang lebih dan tidak kurang begini Panitia yang Ngawasin Ga’ Umpet-umpetan lg…kalo’ salah mohon dimaapkan yah….soalnya gw kaga’ ngarti’….

Terus…emang tukang parkir terus terusss…..bagi yang kampanye nih, uda belon nyampein pesen-pesennya ma rakyat…atao da belon “ngibulin” rakyat…..tapi kalo’ mo ngibul sekarang mungkin tak maapin….tapi kalo ntar da jadi wakil rakyat mpe ngibulin….AWASSSS…jgn mpe dukun-dukun ikut bertindak…ato “kedaong” pun ikut-ikutan neror kalian…

Terusss lagi…calon-calon kita uda ada yang ngajak jadi “relawan” ga ke rakyat….? kalo’ menurut gw salah sih klo’ ngajakin jd “relawan” sekalian aja ngajak “romusa” massal?!@#?$#??!.............tapi mungkin lebih “terhormat” kalo’ calon-calon kita ngajakin makan enak tiap hari bareng-bareng, ngajak seneng-seneng (sembari kerja lo)…..ato mungkin pilihan “terbaik ‘n’ lebih terhormat”…Ajakin aja sekalian jd anggota Dewan (nah lo siapa yang jd rakyatnya…)

Tapi apapun bentuknya, apapun yang dilakukan para Calon-calon yang merasa “terhormat” kita, untuk “sementara” kita “hargai”, kita “dukung”, toh mereka juga sama-sama makan nasi’ (sorri kebanyakan nonton tipi).
Ok lah kalo gitu…apapun…whatever…go for it….

Kedaong = sejenis jadi-jadian yang ada di Belitung

Rabu, jam kalong gw kira-kira menunjukkan angka 03:46 dini hari (Epphy'X)
belitung sketsa
PanWASlu.....





Judul tulisan yang diatas nampak amat seram.....Pan Awas Lu...(penulis bermaksud menyampai realita di lapangan dimana sang penulis berdomisili,,,kota Manggar kab.Beltim/Kota Satu Hati Bangun Negeri.Bumi Laskar Pelangi.....(versi yang belum di pathen:kota BISMILAH sesuai dgn yang tertulis)





perlu sebuah penjelasan kenapa saya menulis artikel ini....


P E M I L U yang merupakan ajang pesta demokrasi 5 thn sekali,yang merupakan sebuah kesempatan bagi seluruh masyakat/rakyat di Republik ini.memerdekakan diri sendiri.....,mengobati skt di hati,robek di ekonomi....,yang terhempas karena salah pilih.


Ini.........Ini kesempatan....kesempatan Memperbaiki,mengobati luka hati,,merubah nasib dikemudian hari setelah mengganti wakil yang dianggap belum mewakili diri mereka..


Ini mulai menarik....bermakna dalam...krn ini menyangkut hajat hdup orang byk.....maka tak heran muncul banyak sekali C A L E G....dari berbagai versi,mulai versi P H smp CD.muka lama smp anak kmaren siang.


Semua berangkt dgn satu pekikan.....PILIHLAH AKU JANGAN YANG LAIN....


Maka seiring itu pula masing masing caleg berlomba mencari simpati para pemilih...dari obral janji sampai tipu diri sendiri.


kemudian...PEMILU kali ini memang lain dari wkt beberapa PEMILU yang lalu.suara yang banyak menentukan sang caleg duduk apa tidaknya di kursi TERHORMAT...yg telah lama dinanti.tdk lah heran maka mereka saling sikut meski dalam satu kelompok partai yang sama.





Akal sehatpun tidak lagi mencirikan jati diri...,tdk ada lagi kata tak sanggup......semua mampu....mampu demi pencapaian sebuah ambisi......lalu apa kaitainya dgn PASWASLU.....?


PANWASLU......sebenarnya badan ini sangatlah amat berperan dan berguna,ibarat di jalan raya mereka adalah polisi lalu lintasnya.....ini jika dia berfungsi sebagaimana peruntukkannya
jika ada yang melanggar maka akan ditilang.....mereka tidak mengejar ngejar pengendara yang lengkap atributnya,perlengkapan kendaraan,atau sekonyong konyong,sengaja mencari kesalahan untuk di tilang.(ditilang Polantas....paling berakhir di meja hijau,dgn sangsi denda.).sangat manusiawi.....penegakan hukum tepat sasaran dan sesuai jalurnya.semua demi KESELAMATAN DAN KENYAMANAN PENGGUNA JALAN RAYA.





Laluuuuuuuuuuuu.................





bagaimana jika PANWASLU....,TIDAK BERJALAN DGN JALURNYA....?TIDAK BERFUNGSI SEBAGAIMANA MESTINYA???????

C I L A K A.................g a w a t....anchoooooor...........


Pesta Rakyat akan berubah menjadi sarana menenggelamkan,,,figur yang dikehendaki masyarakat...figur yang semula dianggap mampu memperbaiki......hidup mereka.ampuuuuuuun!!!ini akan membuat masyarakat sakit kembali.....! mengapa hak rakyat sharus dikebiri?mengapa?mengapa tidak merasa malu?jika.......kita harus jadi duta kejahatan manniiiiiiiisssss.
demi lancarnya.......kelangsungan orang......se orang yang berambisi.....jadi pejabat lagi????

m a l u.....................................................................u,luk!

belitung sketsa
belitung sketsa
PEMILU dan JUJUR MENGAKUI “KELEMAHAN”

Hari ini kampanye terbuka dimulai….semua yang terlibat dengan apa yang namanya Pemilu 2009 bekerja lebih extra lagi. Bagi para “Panitia Pemilu” pasang telinga, pasang mata untuk memantau kondisi di lapangan apakah akan terjadi pelanggaran Pemilu yang dilakukan para calon-calon legislative kita, para pihak keamanan siap siaga untuk mengamankan situasi dan kondisi jangan sampai terjadi kekacauan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan kegiatan acara ini berlangsung dengan baik. Dan semuanya mempunyai satu tujuan untuk memastikan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan baik, aman dan tetap terkendali.

Bagi para calon-calon legislative berusaha untuk menampilkan “kelebihan yang mungkin ada di dirinya” dan berusaha “seminimal” mungkin untuk menutupi “kekurangan-kekurangan” yang mungkin lebih banyak dari kelebihan yang beliau-beliau miliki. Dari pengalaman Pemilu-pemilu sebelumnya, umumnya berusaha untuk berjanji dan mempengaruhi konstituen untuk memilih dirinya walaupun entah nantinya hanya sebatas janji-janji yang mungkin dilaksanakan atau hanya menjadi sebatas wacana. (InsyaAllah untuk Pemilu 2009 hal ini tidak terjadi).

Gw sebagai rakyat biasa hanya bisa berharap tolonglah para calon-calon legislative kita untuk berusaha “jujur” dan jangan memberikan “janji-janji SORGA” pada rakyat, karena rakyat saat ini sudah sangat peka dan sensitive serta sudah bisa "berpikir" mana yang terbaik dan mana yang terjelek.

Gw rasa rakyat akan "tergugah" kalau para calon wakil kita jujur untuk "mengakui kelemahan-kelemahan" yang ada pada dirinya dan mengajak mendukung dirinya untuk "mengembangkan kelemahan-kelemahan" yang ada menjadi suatu "potensi besar" demi kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

Lagipula kecil kemungkinan para calon-calon wakil kita untuk berkata “jujur” tentang kelemahannya disaat beliau-beliau mempromosikan dirinya di kampanye. Jadi dengan konsep dan niat ber”jujur” InsyaAllah menjadi sesuatu hal yang “berbeda” bagi rakyat. Karena rakyat selama ini mungkin hanya mendapatkan tentang hal yang selalu berbau dengan “kelebihan-kelebihan” yang belum tentu teraplikasi ketika beliau-beliau sudah duduk dan sudah mapan?!?!

Beberapa sahabat berkata:

  • Kesalahan itu pintu gerbang penemuan. (James Joyce)
  • Kesalahan adalah kenyataan hidup. Kesalahan itu jawaban dari kekeliruan hitung. (Nikki Giovanni)
  • Bahkan sebuah kesalahan pun bisa menjadi sesuatu yang diperlukan untuk mencapai prestasi berharga. (Henry Ford)
  • Menurutku, sukses itu nggak banyak peranannya. Tapi, kamu bisa banyak belajar dari kegagalan. (Jean Kerr)
  • Kalau nilai 9 itu kesuksesan dalam kehidupan, maka nilai 9 sama dengan x ditambah y ditambah z. Bekerja adalah x, y adalah bermain, dan z adalah untuk berdiam diri. (Albert Einstein)
  • Perjuangan mempertahankan penampilan secara tidak wajar, misalnya memakai topeng - apapun istilahmu untuk perfeksionisme - selalu menguras energi kita. (Robin Worthington)


sumber:
http://dyahchantique.wordpress.com/2007/09/26/kata-kata-mutiara-3/


Maestroland - 2009-03-16 – 16:33

belitung sketsa
...area di kaki perbukitan Samak, dilihat dari ketinggian Samak.....


...SAMAKku Indah SAMAKku ANCHOORRRR…

Ketika diriku berada di puncak ketinggian sebuah perbukitan kecil….
Pandanganku jauh dan lepas menatap cakrawala…
Keatas memandang langit biru bersih…..
Kebawah melihat rimbunan semak dan pepohonan hijau….
Kebawah dengan pandangan agak menjauh terlihat ombak berkejar-kejaran di sepanjang pantai….
Lebih jauh lagi tampak seolah-olah pulau-pulau kecil….
Pikiranku melayang……
Dan hanya satu kata yang terlintas dalam benakku….SubahanaAllah….
……………………………………………..
Tapi setelah melihat sekitar dimana diriku berpijak……
Kuperhatikan dengan seksama…….
Ternyata dalam benakku banyak hal yang terpikirkan….
Kucoba untuk melihat lagi, lagi dan lagi….
Berpikir lebih kuat lagi dan meyakinkan pikiranku salah atau benar…..
Ternyata penglihatan dan pikiranku tidak salah….
Dalam pikiranku memang bukan satu kata yang terlintas…..
Akan tetapi banyak kalimat yang terlintas…..
Banyak hal yang harus kupertanyakan…..
Yang akhirnya membuat diriku miris…
Kucoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut…
Tetapi diriku tidak mampu untuk menjawabnya…
Hanya beberapa yang bisa kujawab, tetapi lebih banyak lagi yang tidak terjawab……
Tapi satu pertanyaan yang diriku yakin jawabannya adalah benar yaitu….

Nama perbukitan kecil itu adalah Samak…..

Sementara pertanyaan-pertanyaan lain tidak mampu kujawab…..
Dan semakin membuat diriku penasaran….

Beberapa pertanyaan yang tidak bisa diriku jawab adalah….
  1. Apakah "potensi" seperti Samak akan terabaikan?
  2. Apakah jaman dulu waktu pertama kali ditemukan hanya untuk "disia-siakan"?
  3. Dari beberapa fasilitas tersisa, pada masa lalu kawasan memang sengaja "direncanakan", tapi saat ini kok jadi "berantakan" dan "semrawut"?
  4. Apakah dulu si empu sebelumnya tidak menitipkan suatu "pesan" pada Empu yang sekarang kalau Kawasan Samak harus pertahankan dan dikembangkan? ..."pengelolaan"....
  5. Apakah "pohon-pohon besar" yang ada jumlahnya akan "berkurang" dan "habis" karena dimakan usia?
  6. Atau apakah pohon-pohon itu secara sengaja "ditebang" dengan dalih membahayakan?
  7. Apakah pohon-pohon besar yang ada hanya dijadikan bahan pembicaraan, kalau pohon-pohon besar itu adalah "tempat angker"?
  8. Apakah beberapa bangunan tua yang tersisa bisa dijadikan "peninggalan bersejarah"?
  9. Apakah mungkin Kawasan Samak dapat dijadikan sebuah "kawasan cagar budaya" sebagai "kawasan tua"?
  10. Apakah Kawasan seperti Samak tidak mampu menjadi salah satu "daya tarik pariwisata"?
  11. Apakah Kawasan Samak dengan potensinya tidak mampu "menarik investor"?
  12. Apakah mungkin Kawasan Samak dapat dijadikan sebuah "resort"?
  13. Apakah dengan adanya beberapa bangunan dan fasilitas baru itu sebuah "pengembangan"?
  14. Kalau hal itu merupakan sebuah pengembangan, tapi kok tata letak bangunan dan fasilitas-fasilitas baru berantakan dan terkesan "asal dikembangkan dan dipaksakan"?
  15. Apakah pembagian zona("zonasi") pada pengembangan baru itu adalah merupakan pembagian zona mengikuti budaya lama, budaya tradisonal masyarakat Belitung atau Eropa(Belanda)? (pembagian zona di Sunda dikenal dengan istilah "papat kalima pancer", Madura dengan "Taneyan Lanjeng"-nya dansebagainya)
  16. Apakah "ornamen-ornamen" yang terpasang pada fasiltas baru adalah budaya Belitung, tapi kok terkesan budaya asing? (Budaya Belanda juga bukan)
  17. Apakah pemilihan "warna" pada fasilitas-fasiltas baru juga termasuk budaya Belitung? Karena yang terlihat secara "visual" terkesan "norak" dan "kampungan!!!!!"
  18. Apakah Kawasan Samak hanya sekedar "kebun-kebunan binatang?"
  19. Apakah "akses" ke kawasan sudah mumpuni?
  20. Apakah "penerangan" menuju Kawasan Samak sudah cukup? ...Penerangan sangat kurang!!!
  21. Apakah Samak terlupakan dalam penyusunan "Perencanaan Induk Daerah (Master Plan)" sebagai suatu kawasan potensi?
  22. Apakah Kawasan Samak sudah termasuk dalam "Perencanaan"? (Adanya beberapa fasilitas baru)
  23. Apakah ini yang disebut ....."PERENCANAAN"?!?!?!?!


Dan masih segudang pertanyaan yang tidak bisa kupaparkan karena terlampau banyaknya!!!!!!


2009-03-13 : 07:15

belitung sketsa
Arsitektur Lansekap, Pemilu 2009, Besar, dan atau Hijau
(….sepotong pesan dari seorang adek……)


Area bekas penambangan timah yang menjadi danau (kolong)


Eittsss…maaf nih…Bang, kata Hijau diatas ga ada kaitan dan hubungannya dengan salah satu Parpol atau peserta yang berbasis hijau, berlogo hijau, bernuansa hijau atau apapun dengan pernak-pernik hijau dan segala atribut yang berwarna hijau. Atau juga Hijau yang identik dengan salah satu Parpol tertentu yang sempat membuat Euphoria masyarakat Babel, khususnya masyarakat Manggar beberapa waktu yang lalu.


Kata Hijau disini bersifat global untuk semua hal, untuk siapapun yang terlibat dengan kegiatan hajatan nasional yang Super Super Besar. Kenapa dikatakan Besar, karena siapapun udah pada tau dan ngerti, apapun yang ada hubungannya dengan Pemilu selalu identik dengan kata Besar, dana Besar, melibatkan jumlah orang dalam jumlah besar, baik penyelenggara maupun peserta Pemilu itu sendiri, kepentingan Besar. Dan yang lebih penting dari semua kata Besar tersebut adalah apa yang akan dihasilkan merupakan suatu Keputusan Besar demi kelanjutan hidup Bangsa dan Negara kita tercinta (maaf nih bukan sok idealis…). Pemilu 2009 InsyaAllah akan menghasilkan para Anak Bangsa sebagai Wakil-wakil dan Pemimpin kita, yang akan menentukan langkah baik dan buruknya INDONESIA di masa depan. Dan bagi Masyarakat Babel mudah-mudahan lebih makmur, sejahtera, aman dansebagainya yang muaranya masyarakat Babel maju dan lebih dikenal kalau sebenarnya Babel itu ada.



Kembali ke kata Hijau (bukannya sok-sok an jadi pengamat nih), hijau disini lebih mengarah pada Hijau yang berhubungan dengan Lingkungan. Babel selama ini identik dengan penghasil timah baik di Indonesia maupun dunia internasional. Timah merupakan penghasil utama bagi masyarakat Babel, Suka tidak suka hampir semua masyarakat terlibat, baik sebagai penambang maupun sebagai pendukung (menurut informasi ada semacam supplier BBM kecil-kecilan apabila permintaan timah meningkat). Sementara dari sisi lain ada yang dikorbankan, yaitu keseimbangan lingkungan terganggu karena akibat dari penambangan timah meninggalkan lubang-lubang besar di muka lansekap bumi akibat galian penambangan. Kalau kita lihat dari udara, seakan-akan muka lansekap bumi dari Babel seperti bopeng-bopeng. Karena walau bagaimanapun memang antara pertambangan dan lingkungan merupakan sisi mata uang yang berbeda.

Maka itu untuk Abang tercinta, adeknya hanya sedikit titip pesan, tolong masalah ini diagendakan dalam Program-program Kampanye Abang, entah bagaimana cara dan solusinya. Karena berdasarkan survey-survey-an dan pengamatan kondisi di lapangan, kayaknya nih jarang para calon-calon legislative kita di Babel yang menyinggung kata hijau dan lingkungan di Babel. Hampir semuanya teriak selamatkan masyarakat Babel, mengajak jadi relawan atau apapun yang katanya mengatasnamakan kepentingan masyarakat, sementara ga ada yang teriak mau diapain lubang-lubang bekas penambangan ini.


Salah satu bukti akurat adalah kita dihadapkan dengan kondisi alam yang kurang bersahabat, semua merasakan kalau temperature di Babel sangat tinggi, apalagi kalau siang hari, padahal menurut teori-teori yang pernah adek tau, adek denger dan adek baca katanya semua diakibatkan karena lingkungan yang sudah tidak stabil dan kehilangan keseimbangannya. Siklus lingkungan tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Dan semuanya itu akhirnya masyarakat yang terkena dampaknya.


Belum lagi, baru-baru ini kita mendengar adanya kemungkinan rusaknya lagi salah satu asset Babel yaitu Hutan Mangrove di salah satu daerah di Babel. Dengan adanya mangrove saja, saat ini area disekitar mangrove sering terjadi banjir karena air laut pasang, apalagi kalau mangrove sudah habis…wallahualam….


Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah para calon-calon Legislative kita ini lupa, lalai, kurang peduli atau maaf ni…apakah masalah SDM yang belum mengerti pentingnya lingkungan. Apakah mungkin karena istilah Hijau dan Lingkungan kurang populer dibandingkan dengan hal-hal lainnya? tapi mungkin ga juga, karena mungkin baru-baru ini semua para calon-calon kita sempat dengar atau bahkan teriak tentang apa yang namanya global warming. Atau mungkin belum terjadi musibah seperti daerah-daerah lain di Indonesia yang diakibatkan karena factor lingkungan?!?!


Untuk itu, sebagai seorang adek hanya mencoba untuk mengingatkan walaupun terkesan lancang….tolong sebaiknya hal ini diperhatikan. Karena masalah lingkungan adalah sesuatu yang besar, walaupun di mata para calon-calon kita yang lain kurang popular. Dan kalaupun jadi…InsyaAllah…Amiin….tolong jadikan salah satu agenda pembahasan di Legislatif.


Sekali lagi minta maaf ni, kalau paparan diatas mungkin dianggap ngaco’, karena ide ini adek dapat pas abis dari tukang cetak…..ya mungkin istilah kerennya insiprasi orang-orang terpinggirkan…….


Meminjam kalimat dari seorang sorang sahabat nun jauh disana, beliau berucap…ANCHOOORRRR….mungkin adek plesetin….Babel InsyaAllah tidak akan ANCHOOORRRR, dan InsyaAllah Babel akan menjadi lebih baik…apabila para calon-calon kita menyinggung kata-kata Hijau….

Jakarta 2009-03-12 : 20:53
belitung sketsa