belitung sketsa
belitung sketsa
belitung sketsa
Akhir-akhir ini kita sering mendengar beberapa kata yang sering banget terucap yang diawali dengan huruf “C”. Kata-kata yang tak asing bagi telinga kita n’ kerap muncul dalam beberapa kesempatan. Baik kata-kata yang berasal dari kamus bahasa Indonesia, bahasa asing, bahasa daerah bahkan bahasa gaul. Beberapa diantaranya ada dibawah ini:
C untuk Coblos
Kata yang dipakai untuk memberi tanda pada media kertas suara pada pemilu-pemilu sebelumnya sebagai tanda untuk memilih wakil rakyat
C untuk Contreng
Kata yang dipakai untuk memberi tanda pada media kertas suara pada pemilu saat ini sebagai tanda untuk memilih wakil rakyat, menggantikan kata coblos
C untuk Calender (kalender = bahasa Inggris)
Tanggal 9 april, selalu didengungkan dan diingatkan pada rakyat jangan sampai lupa untuk menggunakan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilu 2009. Bagi para wakil rakyat terpilih tolong jangan pura-pura lupa dengan calendar kerja. Kalo’ jadwal pelaksanaan pemilu selalu diingatkan pada waktu kampanye, nanti setelah terpilih jangan sampe lupa dan males-malessan sama jadwal kerja. Jangan sampe ruang sidang selalu kosong seperti yang terjadi saat ini.
C untuk Cara
Saat ini selalu diingatkan dan disosialisasikan bagaimana cara memilih yang benar untuk memilih wakil rakyat. Bagi para calon wakil rakyat tolong jangan sampe menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya agar terpilih
C untuk Catat
Mencatat semua hasil apapun tentang pemilu
C untuk Cetak
Berkaitan dengan memproduksi semua kebutuhan pemilu. Mencetak kertas suara , mencetak alat peraga pemilu (baca=banner, spanduk, pamphlet, poster dansebagainya). Tetapi kita berharap jangan sampe pemilu ini mencetak para wakil rakyat yang nambah bikin sengsara dan penderitaan rakyat.
C untuk Cost (biaya = bahasa Inggris)
Dana dan biaya yang dikeluarkan dalam jumlah yang sangat sangat besar untuk kebutuhan pemilu agar pemilu terselenggara dengan baik. Baik dana pemerintah untuk kepanitiaan ataupun dana pribadi untuk berkampanye
C untuk Commercial (komersil = bahasa Inggris)
Jangan sampe ajang pemilu hanya untuk mengeruk keuntungan tertentu
C untuk change (perubahan = bahasa Inggris)
Pemilu diharapkan menghasilkan suatu perubahan langkah dan nasib bangsa dan Negara kedepan. Jangan sampe pemilu hanya dijadikan sebagai “proyek” yang tetap menyengsarakan rakyat.
C untuk Carnival (karnaval, arak-arakan, kampanye = bahasa Inggris)
Pemilu jangan hanya dijadikan sebatas persta karnaval/pesta arak-arakan yang hanya kegembiraan sesaat. Tetapi buatlah pemilu sebagai pesta rakyat yang akan membuat rakyat gembira selamanya.
C untuk Color (warna = bahasa Inggris)
Dari bendera sampai atribut pemilu semuanya berwarna-warni. Walaupun berwarna dan beragam tetaplah satu kepentingan untuk membuat kehidupan rakyat lebih berwarna.
C untuk Corruption (korupsi = bahasa Inggris)
Semua berteriak yang namanya anti korupsi, dari kalimat memberantas korupsi, stop korupsi, cegah korupsi sampe berjanji tidak akan melakukan korupsi jika nanti terpilih.
C untuk Career (karir = bahasa Inggris)
Jangan hanya jadikan wakil rakyat sebagai kebanggan perjalanan karir semata. Menjadilah kebanggan bagi rakyat.
C untuk Computer
Dana yang dikeluarkan untuk komputerisasi entah untuk administrasi, penghitungan suara cepat menjadi sia-sia seperti pemilu sebelumnya.
C untuk CD (alat penyimpan data = bahasa Inggris)
Jangan sampe janji-janji yang dilontarkan pada waktu kampanye hanya tersimpan dengan rapi seperi kita menyimpan data di dalam CD.
C untuk CCTV (sisi TV = bahasa Inggris)
Jangan sampe ada yang ketangkep sama apa yang namanya CCTV karena alasan korupsi dansebagainya. Malulah ama ama janji, malulah ama rakyat…..
C untuk Celebrity (selebriti = bahasa Inggris)
Para artis belomba-lomba untuk menjadi calon wakil rakyat, mudah-mudahan mereka berlomba-lomba juga untuk berjuang demi kepentingan rakyat jika nanti terpilih.
C untuk Care (peduli = bahasa Inggris)
Semua berteriak akan peduli dengan nasib rakyat
C untuk Cukong
Jangan sampe wakil rakyat kita hanya titipan para cukong sehingga nanti terpilih hanya memikirkan kepentingan para cukong
C untuk Criminal (criminal = bahasa Inggris)
Belum terpilih menjadi wakil rakyat tetapi uda ada para calon kita ketangkep terlibat dengan urusan criminal
C untuk Cacat
Peserta pemilu diharapkan tidak cacat hukum dan terlibat dengan urusan hukum
C untuk Cinta
Semua berteriak mencintai rakyat saat kampanye, mudah-mudahan ketika terpilih ga ada wakil-wakil kita yang hanya mencintai kepentingan dan golongan tertentu
C untuk Cantik
Semua berlomba-lomba bergaya depan kamera, berpose agar cantik untuk menarik simpati rakyat dengan berbagai atribut peraga pemilu. Sebagai rakyat kita hanya berdoa jangan sampe mereka hanya tampil cantik, akan tetapi hatinya secantik atau lebih cantik dibandingkan posenya.
C untuk Celleng (hitam = bahasa Madura)
Jangan sampe hati dan tujuan untuk menjadi wakil rakyat untuk kepentingan yang tidak baik karena tujuan tertentu. Ketika terpilih hatinya tertutup.
C untuk Championsip (menang = bahasa Inggris)
Jangan bangga kalo nanti terpilih menjadi wakil rakyat, jadilah pemenang untuk hati rakyat
Dan masih banyak kata-kata yang diawali dengan huruf “C” yang belum terjabarkan diatas yang berhubungan dengan pemilu. Tapi apapun katanya yang diawali huruf dengan “C” mudah-mudahan bermanfaat untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa dan Negara kita…Amiiinnn……
Minggu 2009-03-22 – 05:17 (Yulias)
Sebelumnya minta maap nih buat para calon kita, kata-kata dibawah ini hanya sekedar jeritan seorang rakyat, untuk mengingatkan calonku jangan mpe kata-kata dibawah ini menggambarkan bagaimana kalian sebenarnya. Anggap aja hanya kata-kata yang tak berguna.
Idealis
Ngakunya idealis, dan apa yang mereka lakukan semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat. Kita sebagai rakyat hanya bisa berharap mudah-mudahan tindakannya sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Narsis
Tindakan atau sikap mengagungkan diiri sendiri. Beranggapan kalau beliau yang terbaik untuk menjadi pilihan. Merasa seperti “iklan” kecap yang selalu nomer satu.
Chicken
Ngerasa kalo dirinya yang terbaik, tapi kadang-kadang mereka ada ga PDnya. Beranggapan nomer satu, tapi dalam usahanya mempengaruhi rakyat kadang-kadang mereka masih berlindung pada nama-nama besar orang tertentu. Ngerasa dekat para petinggi padahal sebenarnya hanya ketemu beberapa kali n’ seolah-olah dibuat kalo mereka akrab.
Posesif
Sikap selalu merasa dibutuhkan oleh rakyat n’ merasa memiliki rakyat sebagai massa yang mendukungnya, tetapi sebenarnya dalam hati kecilnya mungkin takut ditinggalkan massa pemilih. Sehingga muncul perasaan was-was dan curiga yang berlebihan. Hal itu mungkin sesuatu biasa, selamanya serba terkendali. Tapi akan menjadi masalah kalo apa yang dijalanin merasa ada satu sandungan, makanya timbul intimidasi n’ menekan rakyat untuk memilihnya apapun caranya n’ bentuknya.
Hedonis
Begitu banyak dana dikeluarkan yang hanya semata-mata ngejar sebuah perstis. Kalo’ emang buat rakyat kenapa dana yang dikeluarkan sepertinya hanya dihambur-hamburkan. Berlomba-lomba membuat inilah, membuat itulah, menglklankan diri dengan dana yang tidak sedikit. Kalo emang buat rakyat, mungkin lebih bagus dananya dijadiin hal yang lebih bermanfaat.
Plagiat
Maap ni bukannya ngada-ngada, tapi kenyataanya para calon kita mengiklankan diri dengan program rencana yang udah basi. Semua teriak bahwa rakyat harus diselamatkan n’ diperjuangkan, tapi kata ma kalimat yang dipake itulah ga kreatip sama sekali. Hampir semuanya sama, dari ujung ke ujung.
Agresif
Berusaha abis-abisan apapun caranya yang penting usahanya tercapai sesuai dengan keinginannya.
Egois
Katanya sih…beliau-beliau pada ngerti sama perasaan rakyat, derita rakyat. Makanya kadang-kadang segala cara ditempuh, yang penting usahanya tercapai. Tanpa mikirkan bener ato ga yang penting jalan terus menurutnya bener n mengatasnamakan rakyat.(mudah-mudahan calon wakil kita ga ada yang bersikap seperti ini)
Muka tembok
Kebanyakan ini ni…uda tau segala prilaku ma tingkah polahnya selalu merugikan rakyat selama ini, tapi dengan PDnya mereka ngaku-ngaku sok paling bersih, paling ngerti perasaan rakyat, serasa turut merasakan penderitaan rakyat n’ ngerasa dibutuhkan rakyat. Tanpa malu-malu mencalonkan diri dengan dalih lagi-lagi rakyat menjadi alasan.
Pengemis
Kalo diartikan sejelas-jelasnya, beliau-beliau ini sebenarnya lagi berusaha untuk minta dipercaya masyarakat. Minta agar mereka dipilih. Minta suara masyarakat.
Meringis
Nah ini dia mungkin muncul pas abis Pemilu. Kalo semua usaha udah dikerahkan, tapi ujung-ujungnya ga kepilih, kira-kira mukanya langsung manyun, sendu, ga semangat idup, ga gairah n ngerasa kesakitan. Seolah-olah baru abis ketiban batu gede, padahal lebih gede dari batu kali yee….
Sebagai rakyat kecil diriku hanya berharap moga-moga kata-kata n’ kalimat diatas salah semua. Jadi maap nih buat calon-calon wakil rakyat. Insyallah kalian lebih brillian, memiliki wawasan bagus, memiliki intelektual lebih, yang bisa dipakai untuk kepentingan membangun kita semua.
Memiliki kepekaan yang cukup tinggi untuk merasakan penderitaan rakyat n’ bahu-membahu untuk segera mengatasinya…Amiiinnn….
Sabtu 2009-03-21 – 08:23 (Yulias)
belitung sketsa
Profesi tukang cuci mungkin sebagian orang masih menganggap sebagai profesi rendahan. Padahal sebenarnya profesi tersebut bukan sesuatu yang rendah, bahkan mungkin mulia karena bisa membantu mengurangi beban orang-orang yang membutuhkan tenaganya. Bagi tukang cuci sendiri sebenarnya berprofesi sebagai tukang cuci mungkin juga sebagai suatu pilihan. Akan tetapi mengingat kebutuhan “perut” harus terpenuhi, dengan segala kerendahan hati mau ga mau menjadi suatu pilihan, apalagi di jaman yang serba “susah” seperti ini.
Sementara di sisi lain Wakil Rakyat bagi sebagian orang dianggap sebagai pilihan terhormat. Dengan dalih dan mengatasnamakan wakil dari rakyat mereka berlomba-lomba mencalonkan diri untuk menjadi seorang wakil rakyat. Seorang yang katanya mau memperjuangkan nasib rakyat, termasuk juga nasib tukang cuci.
Padahal kalau kita bertanya secara acak antara profesi tukang cuci dan wakil rakyat, mungkin ada yang menjawab kalau tukang cuci lebih baik dibandingkan wakil rakyat(melihat pada kinerja para wakil-wakil kita saat ini yang sebagian besar masih memperjuangkan nasibnya sendiri).
Tapi sebenarnya bagi tukang cuci ga usah khawatir, profesi kalian masih dibutuhkan banyak orang. Dari ibu rumah tangga, anak kost sampai ke pejabat bahkan wakil rakyatpun ada yang berkeinginan untuk menggunakan jasa kalian. Jangan merasa minder dengan status, karena sebenarnya status kalian lebih tinggi dari wakil rakyat. Wakil rakyat adalah wakil kalian untuk mengemban amanah yang telah kalian titipkan.
Dengan alasan komersil, profesi kalian menjadi suatu lahan bisnis yang baik untuk mengeruk keuntungan. Terbukti akhir-akhir ini menjamur usaha kalian yang istilah kerennya disebut “laundry”. Bahkan menjadi bagian dari gengsi, kalau mencuci di “laundry” lebih baik. Padahal ujung-ujungnya tetap aja namanya tukang cuci yang udah dilengkapin mesin.
Dilihat dari profesinya yang tugasnya hanya mencuci, sebenarnya banyak hal yang sebenarnya bisa jadi bahan pertimbangan dan pembelajaran bagi para calon wakil rakyat kalau nantinya terpilih dan juga bagi para wakil rakyat yang sekarang masih aktif. Dibawah ini ada beberapa yang mudah-mudahan dapat menjadi catatan:
- Tukang cuci bertugas mencuci, membersihkan noda-noda kotor menjadi bersih, bagi wakil rakyat tolong jangan menodai dan mengotori amanah rakyat.
- Tukang cuci akan selalu menjaga agar kualitas cucian baik karena kalau tidak pelanggan agar berpindah ke tukang cuci lain, dan tetap percaya untuk menggunakan jasanya. Bagi wakil rakyat tolong kepercayaan rakyat jangan disia-siakan sehingga rakyat tetap percaya dan menganggap kalau wakil rakyat adalah perpanjangan tangan dari rakyat.
- Karena tukang cuci selalu menggunakan air untuk mencuci, maka tukang cuci dapat dikatakan berada di area yang basah, dan mereka tidak menggunakan area basah itu untuk hal lain kecuali untuk mencuci. Bagi wakil rakyat yang katanya berada di “area basah” tolong jangan manfaatkan kondisi ini.
- Tukang cuci hanya mencuci apa yang seharusnya mereka cuci. Wakil rakyat tolong jangan ikut-ikutan mencuci juga seperti “praktek cuci uang” (money laundry).
- Tukang cuci berusaha membersihkan sebersih mungkin apa yang harus dicuci. Wakil rakyat tolong jangan mencuci sebersih-bersihnya otak rakyat(brainwash) yang hanya bertujuan untuk kepentingan diri sendiri.
- Tukang cuci tidak akan mencuci tangannya sebelum pekerjaannya benar-benar selesai. Wakil rakyat jangan sekali-kali “cuci tangan” terhadap masalah yang mungkin terjadi.
- Setelah cucian selesai tukang cuci akan mendapatkan kompensasi dari jasanya. Wakil rakyat jangan berpikiran untuk minta “kompensasi lebih” karena merasa telah memperjuangkan hak dan nasib rakyat. Karena memang sudah menjadi tugas sebagai wakil rakyat.
- Ketika tukang cuci melakukan suatu kesalahan, mungkin beberapa pelanggan yang dirugikan dan pelanggan itu akan complain dan secepat mungkin tukang cuci akan memperbaiki kesalahannya agar tidak ditinggal pelanggan. Untuk wakil rakyat tolong jangan mencoba-coba membuat suatu “kesalahan”, apalagi yang sangat fatal. Karena bukan beberapa orang yang akan dirugikan, tetapi seluruh rakyat, bangsa dan negara.
Mungkin masih banyak hal yang bisa kita petik dari hanya sekedar profesi sebagai tukang cuci. Jadi tolong jangan menganggap rendah tukang cuci. Hidup tukang cuci!!!!!!
Jakarta, Selasa 2009-03-07:44 (Yulias)




